Kurikulum dan Metode Pembelajaran

KURIKULUM DAN METODE PEMBELAJARAN

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DAN METODE PEMBELAJARAN STUDENT CENTERED LEARNING (SCL) (2006 – 2015)

Pada awal tahun 2006, Universitas Hasanuddin dalam pencanangan Citra Unhas 2010 menetapkan perubahan dari system pengajaran ke pembelajaran (from teaching to Learning) dengan pendekatan “pembelajaran berorientasi mahasiswa” (Student Centre Learning – SCL). Sejak saat itu, FKM mempersiapkan penyusunan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) kedua program studi. Jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) Program Studi diturunkan dari standar minimal 144 SKS sampai maksimal 152 SKS menjadi minimal 140 sampai 144 SKS. Penurunan ini untuk menghindari pengulangan mata kuliah dengan substansi materi yang sama.

KURIKULUM OUTCOME BASED LEARNING DAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS BUKTI/EBL (2016 – sekarang)

Sejak tahun 2015, program studi Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin mengimplementasikan kurikulum outcome based learning dan metode pembelajaran berbasis bukti (Evidence Based Learning/EBL). Metode pembelajaran EBL dianggap lebih tepat untuk menjawab tantangan kondisi terkini dimana kurikulum sebelumnya dianggap kurang menguraikan masalah yang ada di masyarakat. Kurikulum sebelumnya lebih menekankan pada aspek kognitif dan kurang menekankan pada aspek “evidence based”/ bukti. Sedangkan kelebihan dari EBL adalah EBL akan memicu mahasiswa untuk mengenal langsung kondisi masyarakat sejak dini dan bersama masyarakat turut mengatasi masalah gizi yang ada. Dalam EBL sangat ditekankan pentingnya skills/kemampuan lapangan mahasiswa. Dalam kurikulum ini setegah dari total pertemuan (8 pertemuan) digunakan untuk pemberian materi sedangkan 8 pertemuan lainnya dipergunakan untuk studi kasus dan proses belajar lapangan. Mata Kuliah EBL disajikan dalam sistem blok, dimana terdapat 4 tujuan utama blok yaitu memahami masalah gizi, penentuan masalah gizi, intervensi gizi, serta monitoring dan evaluasi

Scroll to Top